Hallo semuanya .. Apa kabar / semoga kalian semua dalam keadaan baik-baik saja ya insha allah amin ya rabby
Sudah lama juga ni saya tidak menulis untuk kalian tentang kabar ku sekarang heheheehe sekarang aku mau berbagi kabar yang kurang baik ini karena sama-sama kita ketahui bahwa wabah Covid 19 di indonesia semakin marak dan semakin tinggi angka korban yang berjatuhan terdampak dan terpapar oleh wabah ini. Salah satunya daerah provinsi Riau tempatku berdomilisi sekarang, semakin hari semakin banyak yang sudah terpapar positif corona, karena kurangnya kesadaran untuk menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah kita.
Sekarang saya berdomisili di daerah dumai, salah satu kota madya dari provini riau yang kaya akan hasil tambang minyaknya, namun saya ditugaskan dinas bekerja disana selama batas waktu tertentu yang disetujui oleh perusahaan. Singkat cerita ditempat daerah dinas ku bekerja merupakan salah satu daerah rawan zona merah untuk wabah covid 19.
Perusahaan selalu mengingatkan melalui WA group untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah yaitu : Mencuci tangan, Pakai masker, Sinitizer dan Menjaga jarak dengan orang disekitar kita. Protokol itu selalu saya terapkan setiap harinya di tempat ku bekerja, begitu juga dengan anggotaku selalu aku mengingatkan untuk menjaga kesehatan agar tetap sehat dan jauh dari segala penyakit.
Namun apalah daya, takdir menetukan yang lain untuk Team kerja ku. Salah satu dari tim ku terpapar positif wabah covid 19 ditempat dia stay untuk bekerja, sehingga kami harus mengikuti uji rapid test dan swab disalah satu layanan dinas kesehatan untuk menangani wabah covid 19 dengan alasan hubungan kontak bicara dengan rekan kerjaku yang sudah positif.
Inilah awal dari ceritaku untuk kalian semua yang ingin aku bagi dan share agar menambah pengetahuan tentang wabah covid 19 ini, pertemuanku dengan rekan kerja ku pada tgl 31 Agustus 2020 bertepatan closing disalah satu outlet binaan. Awalnya aku tak ingin ikut join karena sudah ada firasat yang kurang baik, namun anggota ku kukuh untuk mengajakku join agar bisa closing dengan baik. Okay, aku mengikuti dan datang ke outlet tersebut dan dari sanalah hubungan kontak ku langsung dengan team lapanganku berbicara.
Setelah sekian jam disana, akhirnya closing disana berjalan dengan lancar. namun setelah balik dari sana badanku sudah mulai terasa tidak enak seperti meriang dan akan demam, aku memutuskan untuk balik pulang lebih awal karena kondisi ku semakin tidak memungkinkan.
***
Terlebih dahulu aku akan menceritakan kronologi bagaimana teman ku dapat terpapar wabah ini, ternyata salah satu kepala admin di salah satu outlet pareto ada yang OTG (alias Orang Tanpa Gejala) sehingga hubungan kontak setiap hari dilakukan tanpa disadari sudah mulai terjangkiti oleh wabah tersebut. Setelah itu Team ku ini merasakan meriang dan demam nggak enak badan ketika ku mengajak untuk join GebrakPasar yang menjadi rutinitas weekend.
Dia juga merasakan pernapasan susah, indera perasa dan penciuman mulai tak berfungsi dengan baik. salah satu gejala mulai nampak timbul dalam tubuhnya sehingga akhirnya diputuskan oleh Dinas Kesehatan untuk Swab massal dipuskesmas terdekat untuk dilakukan uji laboratorium untuk menentukan hasil apakah sudah terpapar wabah virus corona atau belum.
![]() |
| https://asset.kompas.com.png |
***
Mendapat kabar dari group WA di handphone ku langsung aku tersentak kaget dan bingung apa yang harus kulakukan, akhirnya ku putuskan untuk melakukan uji swab agar tahu bagaimana kondisi ku. Apa yang dialami oleh rekanku dengan gejala sebelumnya, itulah yang kurasakan. Aku merasakan tidak enak badan, demam tinggi hingga sampai 38 derajat celcius, setelah itu indera penciuman dan perasa mulai tak berfungsi dengan baik. Apa yang ku makan tidak berasa apa-apa dan mulai ada perubahan dengan kondisi fisikku, aku panik dan bingung..
Alhamdulilah ada temanku yang setia menjaga dan menolong segala keperluanku ketika aku butuhkan untuk memenuhi segala yang ku inginkan, sementara kos tempat tinggal ku sudah jatuh tempo untuk saatnya keluar dari sana dan pindah ke tempat yang baru, namun hasil swab belum keluar juga dari dinas kesehatan setempat. Akhirnya ku putuskan untuk menginap disalah satu wisma.
Perasaan pada saat itu campur aduk dan pikiran kacau sangat kacau, tepat pukul 10:00 keluar dari kos ternyata sudah beredar berita bahwasanya aku terpapar wabah covid dengan status positive. Berita itu ku dapat dari salah satu teman kos yang hubungi ku, sementara bagaimana bisa mereka tahu dualan dan aku masih menunggu hasil dari pihak berwenang yaitu Dnas Kesehatan.
Jawaban mengenai statusku akhirnya mendapat titik terang karena salah satu pihak dokter yang uji swab ku kemarin menelfon bahwasanya aku terpapar virus covid 19. Aku mulai berusaha tenang mencari solusi bagaimana selanjutnya apa yang akan ku lakukan dengan kondisi ku sekarang.
Aku menghubungi keluarga terlebih dahulu, setelah itu baru memberitahukan kepada pihak perusahaan dengan kondisi ku sekarang. Aku bingung karena semua tempat isolasi sudah penuh dan tidak ada tempat yang kosong, aku tambah panik dan bingung semuanya campur aduk. Aku disarankan untuk isolasi mandiri diwisma dengan biaya sendiri, aku berkomunikasi dengan keluarga dan pihak perusahaan juga untuk kabar ini. Asli kaca dan bingung pada saat itu.
Solusi yang ku tunggu akhirnya dapat juga berita baiknya, aku dikasi surat rujukan untuk dirawat disalah satu Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Mandau, Duri. Yang mana itu merupakan tempat asalku tinggal, disana ada banyak keluarga seperti kakak, abang, adik, kakak ipar dan abang ipar yang akan mengurusiku dan memberikan motivasi semangat agar bisa menjalani ini semua.
Pada saat itu aku berasa lega sedikit karena aku sudah dapat jalan keluar dari surat rujukan tersebut, aku memutuskan malam itu mengambil surat rujukan di puskesmas tempat ku uji swab kemarin. dengan hati-hati ku mengendarai motor ku agar jangan sampai ketauan dengan orang yang kenal dengan ku, setelah mendapatkan surat itu aku langsung balik ke wisma tersebut dan balik istirahat untuk mempersiapkan hari esok yang akan melakukan perjalanan dari Dumai ke Duri.
Bersambung ....

Comments
Post a Comment