Skip to main content

#4 Support Dari Keluarga, Sahabat, Teman dan Rekan Kerja

Hello Semunya ... Apa kabar ? semoga dalam keadaan baik-baik saja dan tetap semangat dalam menjalani kegitan keseharan walau kondisi wabah pendemi COvid 19 ini ya.


Hari ini aku akan melanjutkan kisah pengalamanku selama di ruangan isolasi lagi, jangan boan ya guys karena ini hanya sharing dan berbagi pengalaman karena selama didalam ruangan isolasi suntuk banget alias sendiri dan idak ada orang yang datang menjenguk atau melihat untuk jadi tamu. Melainkan para perawat, dokter dan tukang bersih-bersih ruangan yang ada di ruang isolasi ini.

Untuk Hari ini aku akan sharing tentang orang-orang memberikan support dan semangat motivasi yang membangun agar aku bisa menjalani ini semua dengan bak, aku merasa sangat blessing dan bersyukur karena masih banyak orang-orang yang care dan peduli dengan kondisi ku saat ini.

1. Keluarga

Mereka adalah orang pertama memberikan support dan motivasi semangat kepada ku dari pertama masuk ruang isolasi hingga  sekarang, pertama kali aku diberitahu positif covid orang pertama yang kuhububgi adalah seluruhanggota keluarga ku yaitu kakak, abang dan adik-adikku. 

Dok. Pribadi
Mereka sontak kaget dan tidak percaya bahwasanya aku bisa mendapatkan virus ini pada saat kerja, namun mereka tidak panik melainkan memberikan solusi dan semangat agar aku bisa meyakinkan diri sendiri bahwasanya aku masih baik-baik saja dan tidak ada apa-apa.

Dari mulai pemindahan rujukan isolasi dari isolasi mandiri dikos pindah rujukan ke RSUD Mandau duri dimana tempat asal tinggal ku, karena mereka berfikir dengan aku berada di duri maka mereka bisa bantu mensupport dan memberikan apa yang ku butuhkan selama di ruangan isolasi.

Merka penyemangat ku dalam melakukan segala hal, mereka selalu mensupport apa yang menjadi langkah ku untuk meraih impian untuk maju dan berkembang. Setiap harinya pagi, siang dan malam selalu mereka meluangkan waktu untuk menelfon dan video call untuk sekedar menghibu dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan semua topik pembicaraan hanya untuk ketawa dan mengalihakn pikiran dari hal-hal yang negatif seperti berita tentang covid 19.

Sampai di WA Group keluarga tidak boleh membahas masalah berita covid selama saya berada diruang isolasi, kalo sudah keluar baru berbagi informasi perkembanga di daerah sekitar tempat tinggal masing-masing untuk mengupdate dan memberikan perintah dan saling menjaga protokol kesehatan agar tidak terkena wabah corona ini.

2. Rekan Team Kerja

Aku sangat berterma kasih kepada Allah SWt yang telah memberikan orang-orang baik disekitarku, setelah aku memberikan informasi kepada keluarga tentang status ku kemudian aku memberi kabari ini kepada seluruh Team Rekan kerja di Group WA dengan status kondisiku sekarang.

Aku bayak mendapat dukungan dari Atasan, rekan-rekan satu team di Enseval, Team Principle Kalbe Nutritional, Team Subdist PT. Sehat Prima Sentosa dan semuanya. Dengan dukungan dan motivasi dari mereka aku merasa lebih beruntung dan sangat bersyukur bisa mengenal mereka semuanya. Aku tidak lagi merasa sendiri dan diasingkan melainkan dirangkul selayaknya keluarga dan saudara yang dekat, ini sangat membuatku bertambah semangat untuk bertahan dan berfikir cepat sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama mereka semua.

Mereka adalah keluarga kedua ku yang sangat baik, perhatian dan nasehat yang disampaikan kepada ku sangat membuat ku lebih bersemangat untuk menjalani terapi isolasi mandiri di RSUD mandau duri. Kini aku tidak merasa sendirian lagi karena mereka selalu menanyakan bagaimana keadaan dan kondisi ku setiapharinya walau hanya dbatasi dengan Video Call dan telfon secara langsung.

3. Sahabat dan Teman-teman

Awalnya aku ragu dengan mengabari mereka semua tentang status ku tapi aku butuh support dan dukungan dari teman-teman dan sahabat. Aku mulai beranikan diri untuk menyampaikan kepada sahabat terdekat dulu seperti FitriYani, Ani Lastika, Amelia, Ramos Purba, Eki Riza Saputra, Nico Fajri, Rina Oktaviani.

Awalnya mereka kaget dan tidak percaya karena begitu mendadak dan menyangka aku bercanda dengan mereka, karena aku tipikal orang yang suka bercanda dengan mereka. Namun setelah mereka liat situasi sekeliling ruangan yang ku tempati, baru mereka percaya dan melihat tali infus yang melekat di tanganku. Mereka diam dan ada yang sedih ikut turut merasakan apa yang sedang ku alami, ada yang berusha menguatkan dan memberikan keyakinan kepadaku bahwa semuanya akan baik-baik saja dan mereka bilang "Kamu pasti bisamenjalani ini semua, karena kamu kuat dan pasti bisa dilalui dengan baik insha allah".

Aku merasa ada semangat baru dan motivasi baru dari teman-teman sera sahabat terdekatku yang selalu mendoakan dan memberikan semangat kepada ku, aku berharap bisa secepatnya keluar dan sembuh agar bisa ketemu kembali dengan mereka semuanya dengan keadaan normal dan baik.

Ini lah yang dibutuhkan oleh para pasien covid-19 saat ini, support dan motivasi yang membangun agar bisa bangkut di sakit agar menjadi sembuh dan pulih kembali, bukan dijauhi atau dihindari karena ini bisa membuat pasien meresa dikucilkan dan tidak ada artinya lagi karena semua menjauhi dan tak mau lagi berinteraksi dengan dia.

Jangan sampai kita melakukan hal itu kepada mereka, coba anda bayangkan jika pasiena itu adalah salah satu anggota keluarga atau kerabat karib anda yang sangat dekat dengan anda, Apakah masih bisa untuk melakukan perbuatan tadi ? jika iya hilang sudahlah jiwa kemanusiaan kita sebagai manusia yang berakhlak, karena tidak memiiliki perasaaan simpati dan empati untuk ikut merasakan beban dan apa yang dirasakan orang tersebut.

Mai kita bersama-sama melawan covid ini dengan selalu senantiasa menjaga protokol kesehatan yang diinformasikan oleh pemerintah dan tim medis karena kita harus bekerja sama untuk menekan penurunan korban yang jatuh menjadi pasien covid19 ini. Dengan adanya kesadaran maka kita bisa untuk bekerja sama dalam melawan viru ini, dan kita semua terbebas dari virus wabah ini yang sangat berbahaya untuk kita.

Ingatlah orang-orang yang terdekat dengan kita, jika kita lalai maka akan banyak orang yang terdekat dengan kita jatuh sakit dan terpapar virus ini. Aku mengajak pada kalian semua yang sudah membaca kisahku sampai di babak ini, semoga bisa membuka pikiran dan hati nurani kalian untuk bisa menjalankan protokol kesehatan ini dengan baik. Terima kasih

Bersambung...

Comments

Popular posts from this blog

#1 Kisah Awal Kena Wabah Covid 19

Hallo semuanya .. Apa kabar / semoga kalian semua dalam keadaan baik-baik saja ya insha allah amin ya rabby Sudah lama juga ni saya tidak menulis untuk kalian tentang kabar ku sekarang heheheehe sekarang aku mau berbagi kabar yang kurang baik ini karena sama-sama kita ketahui bahwa wabah Covid 19 di indonesia semakin marak dan semakin tinggi angka korban yang berjatuhan terdampak dan terpapar oleh wabah ini. Salah satunya daerah provinsi Riau tempatku berdomilisi sekarang, semakin hari semakin banyak yang sudah terpapar positif corona, karena kurangnya kesadaran untuk menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah kita. Sekarang saya berdomisili di daerah dumai, salah satu kota madya dari provini riau yang kaya akan hasil tambang minyaknya, namun saya ditugaskan dinas bekerja disana selama batas waktu tertentu yang disetujui oleh perusahaan. Singkat cerita ditempat daerah dinas ku bekerja merupakan salah satu daerah rawan zona merah untuk wabah covid 19. Perusahaan selalu m...

#2 Perjalanan Menuju RSUD Mandau Duri Pasien Covid 19

Hai semuanya ... Apa kabar ? semoga dalam keadaan baik-baik saja dan dalam lindungan Allah SWT amin ya rabby Hari ini aku akan melanjutkan ceritaku tentang perjalanan ku dari Dumai ke RSUD Mandau Duri untuk di isolasi mandiri karena wabah Covid Corona yang ada dalam tubuhku, sinar fajar sudah mulai terasa dengan hawa dingin di pagihari karena satu malam itu Dumai diguyur hujan lebat dan membuat suasana dipagihari sangat dingin. Aku mula berkemas dan mempersiapkan apa yang menjadi tanggung jawabku untuk segera keluar dari wisma ini sebelum orang rmai diluar sana, aku harus berusaha jam 06:00 sudah mulai jalan untuk menuju duri. Setelah sholat subuh dan mandir pagi, aku langsung bergegas mengambil semua barang-barangku untuk diturunkan dan diletakkan ke motor untuk siap-siap berangkat. Suasana masih gelap dan belum banyak aktifitas orang ramai yang berkeliaran di area wisma tersebut, aku berusaha tenang dan keluar untuk pamit dengan pihak wisma dengan memberikan kunci kamar dan izin untu...