Hai .... Apa kabar semua ? semoga kalian semua baik-baik saja ya insha allah dalam lindungan yang maha kuasa. Karena kita semua tahu kondisi negeri ini semakin hari semakin tidak kondusif dengan adanya berita covid 19 yang selalu meningkat korban yang berjatuhan oleh paparan virusnya. Aku berharap kita semua sadar bahwa tetap menjaga protokol kesehatan yang sudah diperintahkan oleh pemerintah dan para dokter-dokter indonesia, dengan cara Mencuci tangan, Pakai masker, membaa sinitizer dan selalu menjaga jarak dengan orang yang berada disekitar kita. Jangan lengah karena semuanya itu nyata dan ada didepan mata kita semua, begiu banyak korban yang telah pergi duluan meninggalkan kita termask para tim medis yang sebagai pahlawan kesehatan garda terdepan untuk menangani kasus ini.
![]() |
| Dok. Pribadi |
Baiklah aku akan melanjutkan kisahku dari bagian kedua, hari ini aku kan menjelaskan bagaimana hari-hariku yang dijalani selama diruangan isolasi rumah sakit daerah. Setelah aku masuk ruangan isolasi ini aku sudah bertekad untuk mengikuti segala proses yang berjalan dirumah sakit ini, karena mereka lebih paham dan kompeten dalam bidangnya dan semua penanganan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Aku berusaha untuk tenang dalam menjalani ini semua, ada rasa ketakutan dalam diriku karena sempat berfikir sampai berapa lama aku akan berada diruangan ini. Aku selalu berharap kepada Allah agar segera dipulihkan dan bisa berkumpul kembali dengan anggota keluarga, teman dan rekan kerja serta para pelanggan ku. Aku membangun rasa optimis dalam pikiran ku agar bisa tetap tenang dan fokus untuk sehat.
Hari pertama baik-baik saja hingga aku pada saat itu diberikan penanganan infus ditangan ku, setelah itu perawat masuk lagi untuk mengambil sample darah dari Jaringan Vena dan arteri. Aku merasakan sakit pada saat pengambilan darah di arteri karena itu jarum masuk lebih dalam sampai berasa ditulang, sangat sakit da aku menahan rasa sakitku dengan berdoa, semuanya akan baik-baik saja percaya kepada tim medis aja. itulah yang selalu aku bangun dalam pikiranku, karena jika melawan dan memberontak akan membuat tim medis kewalahan dalam menangani kita dan semuanya akan menjadi lambat.
Pengambilan darah pertama gagal di saluran arteri, aku sudah menahan rasa sakit yang luar biasa tapi kata perawatnya aliran arterinya tidak ketemu karena lumayan susah dapatnya. Itu butuh konsentrasi dan butuh fokus yang tingkat tinggi, tambah lagi mereka keterbatasan karena penglihatan dan tangan mereka semuanya ditutupi dengan perlengkapan APD yang berlapis-lapis. Bisa dibayangkan mereka para tim medis pakai baju APD yang merasakan pengap dan menahan rasa panas didalam pakaian itu. Aku sempat menanyakan itu APDnya berapa lapis dansarung tangannya juga berapa lapis, mereka menjawab untuk baju 3 lapis, masker sampai 4 lapis, sarung tangan 4 lapis hingga kebas nggak berasa lagi kata mereka, terus pakai kaca mata lengkap dan bisa dibayangkan bagaimana perasaan kita jika memakai APD.
Kondisi ku masih baik-baik saja dan normal seperti orang biasa, dihari kedua perawat tugas pagi masuk lagi keruangan isolasiku dengan pakaian lengkap APDnya. Hari ini pengambilan darah ulang dari arteri karena yang kemarin tidak berhasil, aku mulai berusaha tenang agar memudahkan tim medis bekerja untuk pengambilan darah ku. Dalam sekejap akhirnya perawat itu senang karena sudah berhasil ambil darah murni ku yang mengandung oksigen, ini menambah pengetahuan ku tentang ilmu kesehatan.
![]() |
| Dok. Pribadi |
Aku merasa cukup tenang karena semua proses sudah kulalui dengan baik tanpa ada hambatan, aku kembali beristirahat seperti biasanya. Namun berselang beberapa hari sebelum hasil swab keluar aku merasakan mual-mual dan muntah-muntah hebat karena pengaruh obat atau lainnya saya tidak tahu. Aku masih ingat itu pada hari sabtu dan minggu aku merasakan selama dua hari yang sangat melelahkan dan menguras tenaga ku, aku mengalami mual dan muntah hebat karena tidak tahan dengan bau santan dari makanan yang dibawakan oleh para perawat yang masuk mengantarkan ke kamar.
Dari pagi sampai malam aku merasakan mual yang bikin enek dan muntah berkepanjangan, setiap ada yang masuk ke mulut pasti bawaannya pengen muntah dan dikeluarkan. Aku mencoba bertahan dan padaakhirnya perawat masuk pada malam hari memberikan obat anti mual dengan dosis tinggi hingga membuatku tertidur lelap langsung diatas kasur. Aku terbangun pada pagi hari dengan kondisi yang sangat baik dan sudah mendingan dari sebelumnya, Aku melihat perawat masuk dengan membawa alat swab lagi dan ternyata hasil swab ku kemarin masih positif dan aku mencoba ikhlas dan beratahan untuk bisa menerimanya dengan lapang dada.
Sample swab mulai diambil kembali melalui mulut dan hidung, aku berharap hasinya negatif dan segera pulang dan berkumpul dengan orang terdekat. Namun hasilnya tetap saja positif dan perawat kembali mengambil swab lagi pada hari kamis dan pada saat itu kondisi fisikku sudah membaik dan mulai fit kembali. Aku sangat berharap ini menjadi swab terakhir bagiku untuk bisa cepat sembuh dari covid ini.
Bersambung..


Comments
Post a Comment